Di kecepatan tinggi, dengung angin bisa melebihi 100 dB dan merusak pendengaran. Kami peringkat helm berdasarkan tingkat kebisingannya — supaya perjalananmu lebih tenang, fokus, dan aman.
Diurutkan dari tingkat kebisingan terendah. Makin rendah dB, makin tenang kabin helm.
* Angka dB bersifat ilustratif — GANTI dengan hasil ujimu sendiri.
Pengungkapan: halaman ini dapat memuat tautan afiliasi. Kami bisa memperoleh komisi tanpa biaya tambahan untukmu.
Bukan harga, tapi desain. Inilah faktor yang paling memengaruhi kebisingan di dalam helm.
Bentuk yang membelah angin menekan turbulensi dan dengung.
Menutup celah di dagu, tempat utama angin menyusup masuk.
Meredam suara dan menahan kebocoran udara di sekitar wajah.
Kaca yang menutup tanpa celah menahan siulan angin kecepatan tinggi.
Lubang angin yang bisa ditutup memangkas kebisingan saat tak dibutuhkan.
Helm yang pas mengurangi getaran dan rongga yang menimbulkan bising.
Paparan di atas sekitar 85 dB dalam waktu lama dapat berisiko bagi pendengaran. Untuk perjalanan jauh atau kecepatan tinggi, penyumbat telinga (earplug) tetap disarankan meski helm sudah senyap.
Cenderung sedikit lebih berisik karena punya lebih banyak sambungan dan celah. Namun model modern kelas atas kini makin rapat dan tenang.
Tidak selalu. Aerodinamika, segel, dan kepasan (fit) jauh lebih menentukan dibanding harga.
Gunakan sound level meter di dalam helm saat berkendara pada kecepatan tetap. Hasil bisa bervariasi tergantung motor, fairing, dan posisi berkendara.
Bandingkan helm tersenyap dan temukan yang paling pas untukmu.
Lihat peringkat lengkap